Bagaimana jika lebih dari 13 ribu anak di satu kabupaten tidak mengenyam pendidikan? Bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas, kondisi ini tidak bisa dibiarkan tanpa tindakan nyata.
Lewat program “Si Patas” yang diluncurkan Rabu (26/6/2025), Banyumas menunjukkan komitmennya menjemput dan mendampingi anak-anak yang tak tersentuh sekolah.
Program Si Patas atau Semangat Penanganan Anak Tidak Sekolah diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Banyumas sebagai bagian dari Trilasan Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati.
Fokus utamanya adalah mendukung wajib belajar 13 tahun sekaligus menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS) di daerah tersebut. Peluncuran dilaksanakan di Convention Hall Menara Teratai dan dihadiri para pemangku kebijakan.
Kepala Dinas Pendidikan Joko Wiyono menyebutkan bahwa jumlah ATS di Banyumas mencapai 13.426 anak.
Mereka terdiri dari anak-anak putus sekolah, tidak melanjutkan, dan belum pernah bersekolah. “Kami mohon dukungan dari semua pihak, agar semua warga Banyumas bisa mengenyam pendidikan sebagai upaya negara hadir untuk mewujudkan education for all,” ujarnya.
Bupati Sadewo Tri Lastiono dalam sambutannya mengapresiasi langkah Bidang PAUD dan Dikmas yang menggagas program ini.
Ia menekankan bahwa konsistensi lebih penting daripada sekadar banyaknya program. Oleh sebab itu, ia mengajak semua unsur dari desa hingga lembaga masyarakat turut aktif menyukseskannya.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” kata Bupati.
Ketua DPRD Banyumas Subagyo menegaskan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yang belum mendapat akses pendidikan. Ia berharap pemerintah dan masyarakat tidak menutup mata terhadap persoalan ini.
“Anak-anak yang membutuhkan sekolah ini harus betul-betul kita fasilitasi. Tanpa pendidikan, dunia mereka akan gelap,” tegasnya.
Rangkaian peluncuran juga diisi dengan pemberian piagam penghargaan kepada tokoh desa dan kecamatan yang berperan aktif menurunkan angka ATS.
Bantuan sosial berupa biaya pendidikan diserahkan kepada enam siswa pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Hal ini sekaligus menjadi simbol bahwa akses pendidikan harus menyentuh semua kalangan.
Program Si Patas menjadi harapan baru bagi ribuan anak Banyumas yang sebelumnya tak tersentuh sistem pendidikan. Dengan sinergi antarlembaga dan masyarakat
Banyumas membuktikan bahwa keadilan pendidikan bisa dimulai dari kebijakan yang menyapa langsung kebutuhan paling mendasar: hak anak untuk bersekolah.
Sumber Berita : Jateng Antara News

0 Komentar