Dokumentasi : https://news.umc.ac.id
Penulis : Anne Aninditha Prissanty/Editor : Windy Octaviani



Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka peluang kolaborasi dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia dalam bidang akademik. 

Kerja sama ini dibahas dalam pertemuan antara kedua institusi yang berlangsung di Gedung Induk Siti Walidah, Solo, Kamis (26/6/2025). 

Beberapa program yang dijajaki mencakup riset, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan program gelar ganda dan pengabdian masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang BPH UMS tersebut dihadiri oleh perwakilan pimpinan dari kedua perguruan tinggi. 

Wakil Rektor V UMS, Prof. Supriyono, menyatakan bahwa pihaknya siap mengirimkan civitas academica ke UPSI dalam skema pertukaran akademik. 

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program mobility yang sempat aktif sebelum pandemi COVID-19. 

“Kami juga ingin mengetahui strategi dari UPSI untuk meningkatkan pemeringkatan, khususnya QS Ranking. Kami berharap dapat mendiskusikan kerja sama lebih lanjut dengan UPSI,” kata Prof. Supriyono.

Direktur International, Mobility, and Advanced Education Centre UPSI, Prof. Dr. Ramlee bin Rahim, menyambut baik rencana tersebut dan menekankan pentingnya mobilitas mahasiswa dan dosen. 

UPSI mendukung penuh inisiatif pertukaran akademik dan transfer kredit antar institusi. 

Kesempatan belajar lintas negara ini dinilai mampu memperkuat kapasitas global kedua universitas. 

“Kami ingin berkolaborasi lebih banyak dengan memberi kesempatan dosen dan mahasiswa UMS untuk belajar di kampus kami,” katanya.

Program lain yang ditawarkan UPSI mencakup gelar ganda untuk jenjang magister dan doktoral, post doctoral bagi dosen UMS, serta joint degree untuk penelitian bersama. 

UPSI juga membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan rehabilitatif bagi narapidana (juvenile offenders). 

Semua program ini diarahkan untuk memperluas jangkauan akademik dan mendorong kolaborasi internasional.

Wakil Dekan IV FKIP UMS, Prof. Dr. Harsono, mendukung penuh inisiatif tersebut.

 Ia mengusulkan adanya joint supervision untuk disertasi dan artikel publikasi ilmiah sebagai bentuk sinergi riset.

 Harsono juga menekankan bahwa program double degree dapat dioptimalkan melalui skema blended learning.

“Kalau untuk program double degree tidak harus datang ke kampus. Bisa menggunakan blended learning (pembelajaran campuran),” katanya.

Harsono menambahkan bahwa kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan kapasitas akademik kedua belah pihak.

 Ia berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret. 

Menurutnya, sinergi antar universitas lintas negara akan membuka lebih banyak peluang inovasi dan penguatan institusi.

“Saya pikir kalau ini bisa ditindaklanjuti akan sangat baik untuk perkembangan kedua universitas,” katanya.

Kolaborasi antara UMS dan UPSI membuka babak baru dalam upaya internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia. 

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk pengembangan riset, inovasi, dan pertukaran pengetahuan antar negara. 

Dengan semangat sinergi, kedua universitas bersiap membangun jejaring akademik yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sumber : Jateng Antara News