sumber foto : islampos, sukasaya.com
Penulis Anne Aninditha Prissanty, Editor Windy Octaviani

Selama Ramadhan, Turki Mengambil Kesempatan untuk Memperkenalkan Anak-anak dengan Masjid dan Sholat

Imam Masjid Valide-i Atik di sebuah distrik di Istanbul, Osman Osmanoğlu, berbicara kepada Anadolu Agency (AA) tentang seberapa penting bagi anak-anak untuk hadir di masjid.  Dia menekankan bahwa pihak masjid harus membuat program yang dirancang khusus untuk anak-anak.

Tahun ini, Osmanoğlu memperkenalkan program untuk anak-anak di masjidnya, yang harus diikuti oleh masjid di seluruh dunia.  Menurutnya, program seperti ini tidak hanya memperkuat hubungan dengan anak-anak tetapi juga menanamkan cinta shalat untuk kehidupan.  Generasi muda lebih terlibat dengan masjid dan agama seiring dengan peningkatan upaya tersebut.

Anak-Anak Berada di Masjid selama Ramadhan

Osmanoğlu menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan, masjidnya penuh dengan orang-orang dari berbagai usia, termasuk anak-anak.  Mereka datang untuk shalat lima waktu dan tarawih. Untuk menarik perhatian anak-anak, berbagai kegiatan menarik diadakan di kompleks masjid.

Kami senang melihat anak-anak di masjid. Saat mereka salat, kami menaruh hadiah kecil atau uang saku di sepatu mereka. Setelah salat, kami mengadakan kegiatan di kompleks masjid. Kegiatan-kegiatan ini membantu anak-anak merasa nyaman di masjid dan mengembangkan kecintaan mereka terhadap masjid. Hari ini, kami mengadakan acara khusus dengan para mahasiswa teologi kami. Anak-anak yang menghadiri salat Tarawih akan disambut dengan popcorn, manisan tradisional, dan kegiatan serta hadiah menyenangkan lainnya. Masjid dengan anak-anak adalah tempat yang berbeda, penuh dengan keceriaan,” katanya.


Tantangan Kehadiran Anak di Masjid


Selama ramadhan ini, Osmanoğlu menyatakan bahwa banyak orang di Turki berdebat tentang kehadiran anak-anak di masjid. Ia mengungkapkan kekhawatirannya tentang anak-anak yang datang ke masjid tanpa pengawasan orang tua, yang dapat mengganggu ibadah. Ia mengetahui bahwa ada keluhan tentang anak-anak yang bermain dan bertengkar di dalam masjid-masjid besar.

Tahun ini, ada beberapa keluhan di media sosial tentang anak-anak yang bermain bola di dalam masjid-masjid besar. Anak-anak harus datang ke masjid tapi dengan pemahaman tentang ibadah. Waktu salat seharusnya untuk beribadah, dan waktu bermain setelahnya. Ketika orang sedang beribadah, tidak sepantasnya anak-anak bermain di bagian belakang masjid. Hal ini mengganggu kekhusyukan ibadah dan mengganggu jamaah. Kita harus mengajarkan anak-anak tentang perilaku yang baik di masjid tanpa membuat mereka merasa tidak diterima,” kata Osmanoğlu.


Pentingnya Peran Orang Tua dan Pengelola Masjid


Ia menyatakan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik anak-anak mereka sebelum membawa mereka ke masjid. Ia juga menyoroti kebiasaan orang tua yang memberikan perangkat elektronik kepada anak-anak agar mereka diam dan tidak mengganggu mereka.

Orang tua harus mendidik anak-anak mereka sebelumnya … sehingga ketika mereka (anak-anak) diajak ke masjid, mereka dapat duduk dengan tenang dan menghormati suasana. Sayangnya, saat ini, baik di rumah, di masjid, atau bahkan di jalanan, para orang tua hanya memberikan tablet atau komputer kepada anak-anak mereka untuk menyibukkan mereka. Mereka berpikir, 'Jangan sampai mereka mengganggu kita, jangan sampai mereka mengalihkan perhatian kita dari tugas-tugas kita.' Ini adalah pendekatan yang berbahaya. Terutama di masjid, ketika seorang anak diberikan gadget, kita tidak tahu apa yang mereka akses. Dalam upaya untuk membuat anak diam dan fokus pada shalat, orang tua mungkin secara tidak sadar membuat anak-anak mereka menghadapi risiko serius.

Selain itu, ia menekankan bahwa pengelola masjid dan jamaah harus membimbing anak-anak dengan kesabaran dan kasih sayang, dan ia meminta agar anak-anak tidak dimarahi atau diusir karena dapat membuat mereka merasa tidak diterima.


Program Khusus untuk Anak-anak di Masjid


Anak-anak yang mengikuti shalat Tarawih pertama di Masjid Büyük Çamlıca di Turki diberikan hadiah saat mereka pulang pada hari pertama Ramadan.  Sekitar empat puluh sukarelawan mengadakan "Operasi Senyum Waktu Tarawih" untuk 500 anak.  Setelah shalat, balon helium dan bingkisan hadiah diletakkan di sepatu anak-anak.

Osmanoğlu menyatakan bahwa memperluas program anak-anak di masjid akan meningkatkan kesadaran anak-anak untuk beribadah dan hubungan mereka dengan masjid. Masjid dapat menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak dengan pendekatan yang tepat, sehingga mereka dapat membangun kebiasaan positif untuk beribadah sejak dini.

Sumber :Hidayatullah.com