Sumber foto @saudi_gazette
Penulis Anne Aninditha Prissanty, Editor Windy Octaviani

Museum Al-Quran di Gua Hira Makkah: Tempat Penurunan Wahyu Pertama

Museum Al-Quran di Distrik Budaya Hira di Makkah diresmikan oleh Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz. Dengan dukungan dan pengawasan dari Komisi Kerajaan untuk Kota Suci Makkah dan tempat-tempat suci, museum ini dibangun untuk meningkatkan pengalaman keagamaan dan budaya bagi penduduk lokal dan wisatawan.

Berbagai manuskrip langka, salinan Al-Quran dari masa lalu, dan pameran interaktif mengungkap sejarah penulisan dan pelestarian kitab suci umat Islam.  Sebuah laporan dari Kantor Berita Saudi (SPA) menyatakan bahwa museum ini telah berubah menjadi pusat pendidikan yang memberikan pemahaman mendalam tentang Al-Quran, yang merupakan sumber utama petunjuk bagi umat Islam.

Destinasi Bersejarah di Gunung Hira

Berlokasi di Gunung Hira, tempat diturunkannya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad, Distrik Budaya Hira memiliki luas sekitar 67.000 meter persegi dan menawarkan berbagai fasilitas edukatif serta religius. Menurut laporan Arab News, salah satu daya tarik utama di lokasi ini adalah Pameran Wahyu yang menghadirkan penggambaran interaktif tentang proses turunnya wahyu. Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman naik ke Gua Hira, tempat bersejarah yang menjadi saksi awal turunnya Al-Quran.

Di antara koleksi artefak yang dipamerkan, terdapat fotokopi naskah Al-Quran milik Khalifah Utsman bin Affan serta prasasti batu kuno yang mengandung ayat-ayat Al-Quran. Selain itu, proyek ini juga mencakup Museum Kopi Saudi, Perpustakaan Budaya, dan Taman Hira, yang semakin menambah nilai edukatif dan pengalaman spiritual bagi pengunjung.

Museum Al-Quran ini akan tetap dibuka sepanjang bulan Ramadan, memberikan kesempatan bagi jamaah dan wisatawan untuk lebih mendalami sejarah Islam serta nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran.

Sumber : Hidayatullah.com