Dokumentasi : Anne Aninditha Prissanty/
Penulis: Windy Octaviani/Editor : Windy Octaviani
Pengamen yang ada di Semarang menggunakan alat tradisional angklung dan tong yang sudah tidak terpakai

Dengan melantunkan nyanyian musik yang merdu dan juga enak untuk dinikmat

Dari hasil alat musik mereka, yang unik dan Berbeda dari beberapa pengamen lainnya yang hanya menggunakan gitar

Pengamen tersebut biasanya mereka berhenti diam di area lampu merah dengan tempat yang luas juga untuk mereka membawa alat-alat itu

Banyak yang tertarik dan minat untuk mendengarkan lantunan dari alat musik tersebut

Masyarakat juga senang ketika ada hiburan yang mendengarkan alat musik yang baik dan indah