Foto: Instagram/@psisfcofficial
Penulis : Anne Aninditha Prissanty/editor : Windy Octaviani

Semarang - Di tengah geliat transfer klub-klub sepak bola tanah air, PSIS Semarang memilih langkah hati-hati.

 Skuad Mahesa Jenar belum mengumumkan banyak nama baru, namun telah mengantongi satu pemain asing di posisi bek yang kini dalam tahap evaluasi.

Pelatih PSIS, Kahudi Wahyu Widodo, menyebut timnya memang belum agresif dalam perburuan pemain. 

Namun, sudah ada dua rekrutan anyar yang memperkuat sektor pertahanan: Dandi Maulana, eks pemain Persija dan Persebaya, serta satu pemain asing yang masih dipantau performanya.

“Ada Dandi dan juga satu pemain asing, keduanya pemain belakang, masih kami lihat dan kami pantau,” ujar Kahudi usai memimpin sesi latihan di Lapangan Wisesa, Mranggen, Demak, Selasa (22/7/2025).

Kahudi menilai, progres skuadnya cukup positif. Pemain mulai memahami sistem permainan dan posisi masing-masing.

 Ia pun menyoroti pentingnya kekompakan serta daya juang dalam membangun tim solid.

“Pemahaman soal posisi dan jarak mulai terbentuk. Para pemain mulai paham tanggung jawab masing-masing,” jelasnya.

Selain aspek teknis, pelatih juga memberi perhatian besar pada kekuatan mental pemain. 

Menurutnya, semangat kolektif dan empati antar pemain jadi faktor penting untuk kesuksesan tim.

“Pemain butuh mental kuat. Tapi juga harus saling dukung, saling bantu,” tambahnya.

Menyongsong Liga 2 musim 2025/26, ia berharap susunan tim bisa segera final. 

Pasalnya, masuknya pemain baru saat sistem sudah terbentuk bisa mengganggu keseimbangan tim.

“Kalau sistem sudah terbentuk, masuknya pemain baru bisa ganggu keseimbangan. Itu harus diantisipasi,” ungkapnya.

Dalam latihan pekan ini, PSIS menaruh fokus pada penyelesaian akhir dan koneksi antar lini. 

Tiga fase penting dalam menyerang terus diasah demi menciptakan skema yang lebih otomatis.

“Kami fokus pada tiga momen penting saat menyerang. Tujuannya agar skema jadi lebih otomatis,” ujar Kahudi.

Ia juga menekankan pentingnya fokus tinggi di setiap sesi latihan. Tanpa konsentrasi, katanya, proses latihan tidak akan efektif.

“Scoring itu hasil akhir. Kalau tidak fokus, prosesnya akan sia-sia,” tegasnya.

Dengan latar belakang sebagai mantan tim Liga 1, PSIS memikul ekspektasi besar.

 Meski demikian, Kahudi yakin kombinasi pemain muda yang bersemangat dan senior berpengalaman akan jadi kekuatan untuk membawa PSIS kembali bersaing di papan atas.

“Kami siap kerja keras untuk bangkit,” tandas Kahudi.

Sumber Berita : BeritaJateng Tv