Foto ilustrasi. (Foto: Utoro Aji/detikJateng)
  Penulis Anne Aninditha Prissanty, Editor Windy Octaviani

Pernah membayangkan makan nasi dengan lauk sayur yang dibungkus daun jati, seperti masa lalu? Di Kabupaten Pati, makanan jadul ini justru menjadi favorit dan cepat habis setiap pagi. Apa yang membuat sajian sederhana ini begitu diminati warga?

Kabupaten Pati dikenal memiliki banyak pilihan kuliner yang menggoda. Tak hanya modern, sajian tempo dulu pun tetap dicari pecinta makanan tradisional. Salah satunya adalah nasi jadul yang dibungkus daun jati, yang kini kembali digemari.

Kuliner unik ini dijual di sebelah timur Rumah Sakit Mitra Bangsa, Pati. Penjualnya adalah Amelia Kristiani, perempuan berusia 46 tahun. Ia mulai berjualan sejak Oktober 2022 dengan harapan menghadirkan konsep yang berbeda dari warung makan kebanyakan.

“Akhirnya saya jualan jadi jadul. Respons dari pembeli sangat bagus,” ujarnya.

Dalam waktu singkat, usaha nasi jadulnya mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebanyak 100 porsi bisa habis terjual hanya dalam hitungan jam. Setiap pagi, pembeli datang silih berganti sejak warung dibuka.

Selain nasi jadul, Amel juga menawarkan nasi jagung yang juga dibungkus daun jati. Menu ini menjadi alternatif sehat yang disukai banyak orang. Tak hanya unik, manfaat kesehatannya membuatnya semakin digemari.

“Biasanya ibu muda yang mau diet makannya nasi jagung. Itu sampai sekarang alhamdulillah masih dicari orang,” ucapnya.

Warung milik Amel buka dari pukul 06.00 hingga 09.00 pagi. Ia menyiapkan 90 porsi makanan setiap hari, terdiri dari 30 porsi nasi jadul dan 60 porsi nasi jagung. Semua proses disiapkan secara rumahan dan penuh cita rasa.

Harga satu porsi makanan ini kini dibanderol Rp13 ribu. Kenaikan harga ini mengikuti naiknya harga bahan-bahan pokok. Meski begitu, pembeli tetap ramai berdatangan setiap hari.

“Harganya sekarang karena semua bahan naik. Kemarin Rp12 ribu kini menjadi Rp13 ribu per porsi. Karena memang kelapa dan bumbu naik lumayan (harganya, Red.),” pungkas dia.

Di tengah menjamurnya kuliner kekinian, kehadiran nasi jadul dan nasi jagung daun jati menjadi pengingat akan kelezatan tradisi. Bukan hanya soal rasa, tapi juga soal nostalgia dan kesehatan. Makanan masa lalu yang kini justru menjadi primadona pagi hari di Pati.

Sumber : Joglo Jateng