Di tengah semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyampaikan ajakan yang tidak biasa kepada para siswa. Ia mengimbau generasi muda untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai alat bantu meningkatkan literasi. Pesan itu disampaikan usai memimpin upacara di SMP 1 Jati Kudus.
Pemanfaatan teknologi seperti platform digital dan sumber belajar daring dinilai mampu mendekatkan siswa dengan bacaan yang lebih luas. Bupati menyebutkan bahwa fasilitas perpustakaan juga sudah tersedia di tiap sekolah.
“Selain itu, di masing-masing sekolah juga sudah ada perpustakaan dengan aneka jenis buku yang bisa dimanfaatkan para siswa,” ujarnya.
Ia mencontohkan Perpustakaan SMP 1 Jati yang telah mendapat pengakuan dari Perpustakaan Nasional. Keberadaan perpustakaan ini menjadi bukti pentingnya literasi sebagai bagian dari proses akademik.
Ia mengingatkan bahwa pembelajaran di era modern harus dikombinasikan dengan kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan. Kolaborasi itu bertujuan agar perpustakaan tetap menarik dan relevan bagi pelajar masa kini.
Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga berpesan agar para pelajar tak lelah belajar dan terus berjuang demi masa depan yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya semangat dan kerja keras sejak dini. Ia juga menyampaikan pentingnya mengamalkan nilai-nilai kebiasaan positif setiap hari.
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat juga digaungkan kepada siswa. Ia menyebutkan kebiasaan itu meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, rajin belajar, berinteraksi sosial, dan tidur tepat waktu.
Bupati mengapresiasi keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan senam pagi yang digelar bersama guru dan pejabat daerah. Ia menyebut senam ini sebagai bagian dari upaya membentuk karakter sehat dan aktif.
Pemerintah Kabupaten Kudus juga menyediakan dukungan berupa beasiswa pendidikan. Bantuan ini menyasar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Kepala SMP 1 Jati, Sumaryatun, menyambut baik kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah peringatan nasional itu. Ia menganggap momen ini sangat langka dan menjadi motivasi tersendiri bagi siswa.
“Anak-anak juga mempersiapkan diri dengan baik, sehingga minat dan bakat siswa juga tersalurkan dengan baik karena ditampilkan semuanya di ajang peringatan Hari Pendidikan Nasional ini,” ujarnya.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kudus bukan hanya tentang seremoni, tapi juga tentang menanamkan semangat belajar dan inovasi pada generasi muda. Ragam pertunjukan seperti tari kretek, pasukan garuda, hingga flashmob senam turut menyemarakkan acara. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal pelajar untuk terus maju bersama teknologi dan karakter yang kuat.
Sumber : Jateng Antara News

0 Komentar