sumber Foto @fadjroelrachman
Penulis Anne Aninditha Prissanty, Editor Windy Octaviani

Kazan, Tatarstan – Bulan suci Ramadhan membawa kebersamaan bagi masyarakat Muslim di Tatarstan. Salah satu tradisi yang tetap dijaga adalah iftar jama’i yang diselenggarakan di berbagai masjid di Kazan. 

Tahun ini, sebanyak 47 masjid di ibu kota Tatarstan mengadakan iftar bersama, dengan menu khas yang selalu hadir, yaitu plov hidangan nasi yang berasal dari Asia Tengah dan dimasak dengan daging.

Fahad Alimovich, salah satu warga setempat, telah menyiapkan plov sejak pagi untuk hidangan buka puasa. Hidangan ini terdiri dari nasi yang dimasak bersama daging (umumnya domba atau sapi), wortel, bawang, serta berbagai rempah-rempah seperti jintan dan ketumbar yang memberikan cita rasa khas.

Plov biasanya dihidangkan dalam acara-acara istimewa seperti pernikahan, perayaan keluarga, dan tentunya selama bulan Ramadhan. Di Uzbekistan, plov juga disebut osh) sering dimasak dalam panci besar bernama kazan agar bumbu meresap sempurna.

Tidak hanya di masjid-masjid, iftar dalam skala lebih besar juga akan diadakan di Kazan Expo IEC pada 19 Maret 2025, dengan rencana kehadiran sekitar 13.000 orang.

Wakil Mufti Pertama Republik Tatarstan, Ilfar Hazrat Khasanov, menyampaikan pentingnya bulan suci Ramadhan bagi umat Muslim. “Pada bulan suci Ramadhan, semua gerbang surga terbuka, semua gerbang neraka tertutup, dan setan-setan dibelenggu,” katanya dalam konferensi pers di Dewan Spiritual Muslim Republik Tatarstan.

Di berbagai koloni republik, aturan makanan khusus juga diberlakukan bagi mereka yang ingin berpuasa. Selain itu, shalat Tarawih dan shalat Idul Fitri menjadi bagian dari rangkaian ibadah Ramadhan yang akan berlangsung hingga 30 Maret 2025.

Rustam Hazrat Nurgaleev, anggota Dewan Ulama Dewan Spiritual Muslim Republik Tatarstan, menjelaskan bahwa shalat Tarawih dilaksanakan sekitar 30 menit setelah matahari terbenam. Ia juga menekankan pentingnya memahami waktu puasa yang benar. “Siapa pun yang ingin berpuasa harus melakukannya dari fajar hingga matahari terbenam. Kesalahpahaman terbesar orang-orang yang tidak mendalami topik-topik Islam adalah bahwa mereka berpuasa dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Dan ini adalah kerangka waktu yang sama sekali berbeda,” jelasnya.

Di Kazan, puasa tahun ini berlangsung sekitar 13 jam setiap harinya. Umat Muslim dianjurkan menahan diri dari makan dan minum selama periode tersebut, serta memperbanyak ibadah. Shalat Tarawih di masjid-masjid Kazan umumnya dilakukan setelah shalat Isya dan dilaksanakan dalam 20 rakaat.

Sejarah Islam di Kazan

Kazan adalah kota dengan sejarah Islam yang panjang. Sebelum dianeksasi oleh Rusia pada tahun 1552, Kazan adalah ibu kota Kekhanan Kazan yang dipimpin oleh bangsa Muslim Tatar. Kota ini mulai berkembang sejak abad ke-11 dan menjadi pusat penting bagi bangsa Tatar.

Pada tahun 1552, pasukan Ivan the Terrible merebut Kazan, menghancurkan sebagian besar kota, serta mengusir dan membantai ribuan Muslim Tatar. Setelah peristiwa itu, umat Muslim dipaksa tinggal di luar kota dan banyak yang terpaksa berpindah agama.

Namun, pada akhir abad ke-18, di bawah pemerintahan Catherine yang Agung, kebebasan beribadah mulai diberikan kembali kepada Muslim Tatar. Sejak saat itu, budaya dan agama Islam kembali berkembang di wilayah ini. Salah satu simbol kebangkitan Islam di Kazan adalah pembangunan kembali Masjid Kul Sharif yang dihancurkan pada 1552. Pembangunan masjid ini dimulai pada 1996 dan selesai pada 2005, bertepatan dengan peringatan 1000 tahun Kazan.

Saat ini, Kazan menjadi kota besar dengan keseimbangan populasi antara Muslim Tatar dan etnis Rusia. Dengan cadangan minyak yang melimpah, Tatarstan menjadi salah satu wilayah paling maju di Rusia, baik dari segi ekonomi maupun teknologi.

Menurut data dari Carnegie Moscow Center, sekitar 53% penduduk Tatarstan beragama Islam. Dengan total populasi sekitar 3,8 juta jiwa, ini berarti terdapat sekitar 2 juta Muslim di wilayah tersebut. Islam terus menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya di Tatarstan

Sumber : Hidayatullah.com